RSS

BAB I : Gambaran Umum Manajemen

18 Oct

Pengertian

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

  • Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Setelah membaca macam macam definisi di atas kini kita tau selain manajemen itu sebagai suatu ilmu untuk perencanaan suatu proses untuk dapat berjalan dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal juga sebagai seni karna setiap manajemen di suatu tempat/proses memiliki karaktristik yang berbeda beda dan membutuhkan imajinasi untuk menganalisis apa yang akan datang untuk menyelesaikan masalah atau pun hambatan.

Fungsi Dasar

Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut :
  • Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit.
Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut : 

  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
  2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
  3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
  4. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
  5. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
  • Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
  • Leading
Pekerjaan leading meliputi beberapa kegiatan yaitu :
  1. Mengambil keputusan.
  2. Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
  3. Memeberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
  4. Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
  • Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
  • Motivating
Pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
  • Coordinating
Pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
  • Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
  • Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
  • Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
  • Forecasting

Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan

Tingkatan Manajemen

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :

  1. Manajer lini garis-pertama (Low Manager) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
  2. Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
  3. Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

Teori Manajemen Klasik

  • Henry Fayol (1841-1925)
Henry Fayol seorang industriawan Perancis, dikenal sebagai Bapak Manajemen Operasional berpendapat bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan  manajemen dalam perusahaan industri, dibagi dalam beberapa kelompok tugas, yaitu :
  1. Technical, merupakan kegiatan memproduksi dan membuat produk, meliputi merencanakan dan mengorganisir produk
  2. Commercial, meliputi kegiatan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan dan menjual barang (hasil produksi)
  3. Financial, kegiatan pembelanjaan meliputi kegiatan mencari modal dan bagaimana menggunakan modal tersebut
  4. Security, kegiatan yang dilakukan untuk menjaga keamanan (keselamatan kerja dan harta benda yang dimiliki perusahaan)
  5. Akuntansi, meliputi kegiatan yang terdiri dari mencatat, menghitung, mengkalkulasi biaya, menghitung dan menentukan keuntungan yang didapat, mengetahui hutang-hutang yang menjadi kewajiban perusahaan,  menyajikan neraca, laporan rugi laba
  6. Tugas manajeral, melaksanakan fungsi-fungsi yang ada dalam manajemen
  • James D. Mooney
Menurut James D. Mooney, kaidah-kaidah yang diperlukan untuk menetapkan organisasi manajemen, antara lain :
  1. Koordinasi, merupakan kaidah  yang menghendaki adanya wewenang, saling melayani, perumusan tujuan, dan kedisiplinan yang tinggi
  2. Prinsip Skalar, suatu prinsip yang  mendefinisikan tentang hubungan kepemimpinan dan  pendelegasian antar fungsifungsi (unit-unit organisasi)
  3. Prinsip fungsional, suatu prinsip yang mendefinisikan berbagai macam tugas yang harus diselesaikan dalam usaha mencapai tujuan bersama
  4. Prinsip staf, prinsip yang membedakan antar manajer lini (struktural) dan manajer staf
  • Mary Parker Follet (1868-1933)
Mary Parker Follet, mengulas pemahaman  tentang kelompok dan komitmen yang tinggi terhadap kerjasama antar manusia. Kelompok merupakan suatu mekanisme dimana individu yang beraneka ragam dapat menggabungkan bakat-bakat yang dimiliki untuk mencapai sesuatu yang  lebih baik (berkomitmen untuk mencapai kepentingan-kepentingan yang terintegrasi), sebagai konvensasi perusahaan harus mampu memberikan pelayanan dan kesejahteraan yang diperoleh dari keuntungan kelompok yang sering disebut etika manajerial dan tanggungjawab sosial perusahaan
  • Charter I. Barnard (1886-1961)
Charter I. Barnard,  memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen  adalah perumus tujuan dan pengadaan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, hal ini bahwa sistem difokuskan pada pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok
  • Michael S. Dell dan Kevin B. Rollins
Dell, dikenal sebagai seorang yang ahli dalam bidang pemasaran produk-produk elektronik (bidang personal Computer), berfokus pada efektivitas dan efesiensi sehingga mampu mengalahkan para pesaingnya dengan menetapkan harga lebih rendah, Dell melakukan langkah-langkah untuk  share dengan para manajer tingkat tinggi di lingkungan intern dan di lingkungan eksternal melalui kerjasama  dengan membangun  merk produk baru yang disepakati bersama

Evolusi Teori Manajemen

Gerakan manajemen ilmiah sudah lama berkembang, banyak para sarjana atau ahli mencari dan mengembangkan cara-cara baru untuk mengelola suatu perusahaan. Ada beberapa variabel manajemen ilmiah yang perlu diperhatikan antara lain :
  1. Pentingnya peranan manajer dalam menggerakan dan meningkatkan produktivitas perusahaan
  2. Pengangkatan dan pemanfaatan tenaga kerja dengan persyaratan-persyaratannya
  3. Tanggung jawab kesejahteraan pegawai / karyawan• Kondisi yang cukup untuk meningkatkan produktivitas kerja
  4. Peran manajer dalam menentukan  pilihan kebijakan perusahaan sangat penting karena merupakan suatu reformis untuk memperbaharui persyaratan-persyaratan kerja, kondisi kerja, hari standar kerja, tanggungjawab terhadap kesejahteraan  karyawan dan lain-lain
Beberapa teori ilmiah menurut perintis dan pencetus secara kronologis, sebagai berikut :
  • Robert Owen (1771-1858)
Robert Owen, penah menjabat sebagai seorang manajer di beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark Scotlandia. Dalam teori manajemen menekankan tentang SDM sebagai kunci keberhasilan perusahaan, melalui persyaratan kerja, kondisi kerja, dan kehidupan para pekerja pada saat itu sedang mengalami keterpurukan.
  • Charles Babbage (1792-1971)
Charles Babbage seorang profesor matematika, mencurahkan perhatiannya bagaimana cara-cara  kerja di pabrik supaya lebih efisien, meningkatkan produktivitas kerja, dan dapat menekan biaya-biaya. Cara yang digunakan adalah mengklasifikasikan pekerja sesuai dengan keahliannya kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan khusus secara berulang sampai level trampil dan dituntut untuk bertanggungjawab atas pekerjaannya.
  • Frederick W. Taylor
F.W. Taylor mengembangkan manajemen secara ilmiah melalui studi waktu kerja (time and motion studi) pada bagian produksi. Dengan penelitian waktu sebagai dasar untuk dapat memecahkan setiap pekerjaan kedalam  komponen-komponen pekerjaan tersebut (pekerjaan dirinci dalam bentuk komponen-komponen) dan kemudian merancang cara  pengerjaan tercepat dan terbaik pada setiap pekerjaan, pekerja  dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dengan bahan dan peralatan yang tersedia dengan konvensasi tambahan diberikan upah perangsang.
  • Henry L. Gantt (1861-1919)
Henry L. Gantt pernah kerjasama dengan F.W. Taylor, mengemukakan teorinya yang  bertitik tolak pada usaha meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktifitas kerja dengan rangsangan upah perangsang (insentif) untuk para manajer level bawah (supervisor/mandor kerja) yang bekerja dalam satu hari penuh. Disamping itu H.L. Gantt kerjasama dengan R. Owen dengan mengadakan metode pencatatan atas hasil pekerjaan karyawan di dalam kartu pribadi. Karyawan  yang bekerja memenuhi standar pada kartu pribadinya diberi warna  hitam dan Karyawan yang bekerja tidak memenuhi standar  pada kartu pribadinya diberi warna  merah. Sistem baru ini sebagai  alat instruksi dan pengawasan bagi manajer dalam memantau karyawan yang bekerja sesuai dengan jadwal produksi yang telah ditetapkan.
  • Frank B. (1968-1924) dan Lillian M. Gilbreth (1878-1972)
Frank B. Dan Lillian M. Gilbreth, kedua pelopor ini mempunyaigagasan tentang ”Hubungan Gerakan dan Kelelahan dalam Pekerjaan Saling Berkaitan”, dimana bahwa gerakan yang efektif akan dapat mengurang kelelahan. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, sistem pergerakan ini diserahkan sepenuhnya kepada setiap individu karyawan untuk melatih, belajar, dan mengatur gerakan tersebut, karena karyawan mempunyai ketahanan gerakan yang berbeda misalnya mungkin gerakan tangan kiri  mempunyai tingkat kelelahan lebih tinggi dibandingkan dengan tangan kanan atau sebaliknya. Dengan acuan produktivitas karyawan, yaitu Setiap karyawan yang dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu akan menerima jabatan/penghargaan yang lebih tinggi.
  • Herrington Emerson (1853-1931)
Herrington Emerson menyatakan bahwa penyakit yang mengganggu sistem  manajemen adalah  pemborosan dan  inefisiensi.

Manajemen dan Lingkungan Eksternal

Dalam pembahasan manajemen tidak lepas pada masalah lingkungan yang dihadapi oleh seorang manajer. Perbedaan dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap konsep dan teknik serta keputusan yang akan diambil. Sebagai seorang manajer tidak harus hanya memperhatikan lingkungan usahanya atau intern saja, tapi juga harus bisa mengantisipasi lingkungan di luar perusahaan atau ekstern. Untuk mencapai tujuan organisasi tidak lepas dari lingkungan ekstern yang terjadi, apalagi bagi organisasi atau perusahaan yang menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan oleh konsumen. Oleh karena itu manajer harus memperhatikan dan mempertimbangkan unsur-unsur serta kekuatan-kekuatan lingkungan ekstern dalam setiap kegiatan manajemen.

  • Faktor Lingkungan Eksternal
Lingkungan ekstern atau eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada di luar organisasi, dimana unsur-unsur ini tidak dapat dikendalikan dan diketahui terlebih dahulu oleh manajer, disamping itu juga akan mempengaruhi manajer di dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat. Unsur-unsur lingkungan eksternal organisasi contohnya yaitu perubahan perekonomian, peraturan pemerintah, perilaku konsumen atau masyarakat, perkembangan teknologi, politik dan lain sebagainya. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro.
  1. Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen.
  2. Lingkungan eksternal makro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung.
  • Organisasi Dan Lingkungan

Setiap manajer dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan eksternal dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil tergantung pada bentuk dan tujuan yang akan dicapai oleh organisasi, disamping itu keputusan juga dipengaruhi oleh dimana seorang manajer duduk dalam posisinya. Manajer dan organisasi memberikan tanggapan terhadap lingkungan eksternal, baik melalui pengaruh lingkungan yang bersifat mikro, prediksi maupun lingkungan yang bersifat makro, disamping itu juga bisa melalui perencanaan, perancangan organisasi dan lingkungan itu sendiri.

  • Tanggung Jawab Soal Manajer
Perubahan konsep manajerial dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Seorang manajer mempunyai tanggung jawab social atas keputusan-keputusan yang diambil, mengapa dikatakan demikian karena mempengaruhi dalam pencapaian tujuan organisasi baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka panjang, disamping itu juga menyangkut hajat hidup orang banyak yang kesemuanya menggantungkan dirinya kepada organisasi tersebut (ini kalau dilihat dari segi dimana seseorang bekerja). Atas dasar ini maka seorang manajer dituntut untuk dapat mengimplementasikan etika berusaha (the ethics of manager). Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan manajer dalam etika berusaha ini, yaitu hukum; peraturan-peraturan pemerintah termasuk di dalamnya undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah; kode etik industri dan perusahaan tekanan-tekanan sosial; tegangan antar standar perorangan dan kebutuhan organisasi
 
Leave a comment

Posted by on October 18, 2010 in SoftSkill

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: