RSS

Organisasi Perusahaan

27 Mar

Sejarah Perusahaan

PT. Bakrie Telecom, Tbk.

Adalah perusahaan operator telekomunikasi berbasis CDMA di Indonesia. Bakrie Telecom memiliki produk layanan dengan nama produk Esia, Wifone, Wimode, dan BConnect.

Perusahaan ini sebelumnya dikenal dengan nama PT Ratelindo, yang didirikan pada bulan Agustus 1993, sebagai anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk yang bergerak dalam bidang telekomunikasi di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat berbasis Extended Time Division Multiple Access (ETDMA). Pada bulan September 2003, PT Ratelindo berubah nama menjadi PT Bakrie Telecom, yang kemudian bermigrasi ke CDMA2000-1x, dan memulai meluncurkan produk Esia. Pada awalnya jaringan Esia hanya dapat dinikmati di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, namun sampai akhir 2007 telah menjangkau 26 kota di seluruh Indonesia dan terus berkembang ke kota-kota lainnya.

Pada tahun 2006, Bakrie Telecom telah go-public dengan mendaftarkan sahamnya dalam Bursa Efek Jakarta. Pada 17 September 2007, pemerintah Indonesia memberikan lisensi atas jaringan tetap sambungan langsung internasional Indonesia kepada Bakrie Telecom. Sebagai bagian dari lisensi ini, Bakrie Telecom diharuskan membangun jaringan tetap untuk sambungan langsung internasional. Pada 5-tahun pertama, Bakrie Telecom diharuskan membangun jaringan yang menghubungkan Batam, Singapura, dan Amerika Serikat. Jika target ini tidak terpenuhi, pemerintah akan mendenda Bakrie Telecom. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar memperkirakan Bakrie akan dapat mengkomersialisasi layanan ini dalam tiga tahun ke depan

 

Bentuk/Struktur Perusahaan


 

Bidang Usaha Perusahaan


Umum

Perseroan didirikan dalam rangka PMDN dengan nama PT Radio Telepon Indonesia atau disingkat Ratelindo, berdasarkan Akta No.94 tanggal 13 Agustus 1993, dibuat di hadapan Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta; sebagaimana diperbaiki dengan Akta Pembetulan No.13 tanggal 5 Nopember 1993, dan diubah dengan Akta No.129 tanggal 27 Nopember 1993, keduanya dibuat di hadapan Abdurachman Kadir, pengganti dari Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta. Akta-akta pendirian Perseroan sebagaimana dimaksud di atas telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-12978 HT.01.01.Th’93 tanggal 3 Desember 1994, telah didaftarkan di Kepaniteraan  Pengadilan  Negeri  Jakarta  Selatan  pada  tanggal 11  Desember  1993  berturut-turut  di bawah   No. 1266/A.PT/HKM/1993/PN.JAK.SEL, No. 1991/A.Not/HKM/1993/PN.JAK.SEL   dan   No. 1692/A.Not/HKM/1993/PN.JAK.SEL, serta telah diumumkan dalam BNRI 25 tanggal 29 Maret 1994, TBN No. 1750/1994.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan akta No.6 tanggal 3 Pebruari 2006, dibuat dihadapan Agus Madjid, S.H, Notaris di Jakarta. Perubahan atas pasal 4 (2) Anggaran Dasar Perseroan tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara No. 27 tanggal 4 April 2006, Tambahan No. 356.

Saat ini, Perseroan menjalankan kegiatan usaha dalam bidang penyediaan sarana dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi sambungan telepon lintas radio dengan teknologi E-TDMA dan CDMA. Perseroan secara komersial telah memulai operasinya pada tanggal 1 Nopember 1995, dengan penyediaan sarana dan penyelengaraan jaringan tetap tanpa kabel berteknologi E-TDMA dengan nama Ratelindo di dua area (Jakarta dan Jawa Barat). Sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi dan evolusi pada industri telekomunikasi di Indonesia, pada September 2003 Perseroan meluncurkan produk, Esia, yang menggunakan teknologi CDMA 2000 1X. Pada bulan September 2006, Perseroan melakukan soft launch produk  baru  dengan  nama  “Wifone”,  yaitu  jaringan  tetap  telepon  rumah  tanpa  kabel  dan dilengkapi dengan keunggulan tambahan seperti “built in modem” untuk sambungan internet. Tarif yang ditawarkan Wifone kompetitif dengan PSTN. Perseroan memfasilitasi pelanggan yang sebelumnya menggunakan jasa Ratelindo untuk beralih ke Wifone sebagai alternatif pengganti telepon rumah.

Produk dan Layanan

Perseroan merupakan pelopor penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi nirkabel di Indonesia, melalui produk pertamanya yaitu Ratelindo. Seiring dengan penggantian nama Perseroan menjadi PT Bakrie Telecom, Perseroan mengeluarkan produk baru dengan meluncurkan layanan FWA Limited Mobility dengan merek dagang Esia yang berteknologi CDMA 2000 1x. Layanan FWA Limited mobility adalah layanan mobilitas jaringan akses pelanggan tetap tanpa kabel yang dibatasi pada suatu daerah operasi tertentu. Daerah operasi tersebut dibatasi hanya untuk satu kode area. Walaupun demikian, pelanggan dapat menggunakannya untuk tujuan komunikasi berbagai area, bahkan sampai ke luar negeri. Keunggulan dari layanan FWA Limited Mobility adalah tarifnya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan layanan Seluler karena dikategorikan sebagai layanan telepon tetap.

Potensi peminat layanan FWA Limited Mobility relatif sangat besar, terutama untuk pelanggan yang sebagian besar kegiatan telekomunikasi dilakukan di dalam satu area tertentu. Selain itu, jasa ini pun sangat diminati oleh pelanggan yang belum memiliki telepon rumah karena biaya pemasangan yang ringan dan waktu pemasangan yang cepat.

Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi penyediaan jaringan dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi. Perseroan saat ini memiliki produk utama yaitu Esia, Wifone, Wimode, EsiaTel, serta Ratelindo.

 

Berikut dibawah ini merupakan produk dan layanan yang diberikan oleh Perseroan, sebagai berikut:

•      Ratelindo

Pada tahun 1996, Perseroan meluncurkan produk layanan Ratelindo merupakan layanan Fixed

Wireless Access dengan teknologi E-TDMA yang didukung oleh Hughes Network System (USA).

•      Esia

Pada  bulan  September  2003,  Perseroan  meluncurkan  produk  layanan  Esia  yang  merupakan layanan FWA Limited Mobility dengan menggunakan teknologi CDMA 2000 1x. Keunggulan dari layanan FWA Limited Mobility adalah tarifnya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan layanan Seluler karena dikategorikan sebagai layanan telepon tetap.  Potensi peminat layanan FWA Limited Mobility relatif   sangat   besar,   terutama   untuk   pelanggan   yang   sebagian   besar   kegiatan telekomunikasi dilakukan di dalam satu area tertentu. Selain itu, jasa ini pun sangat diminati oleh pelanggan yang belum memiliki telepon rumah karena biaya pemasangan yang ringan dan waktu pemasangan yang cepat.

Produk layanan Esia dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

♦   Esia pasca bayar

Merupakan layanan Esia dimana pelanggan bebas berkomunikasi tanpa memikirkan batasan pulsa telepon, karena tagihan pemakaian dilakukan setiap bulan dan dibayarkan pada bulan berikutnya. Jumlah pelanggan Esia pasca bayar per 31 Oktober 2007 adalah 105.802.

♦   Esia pra bayar

Merupakan layanan Esia yang menggunakan sistem pembayaran di awal melalui pembelian nomor  perdana  dan  voucher.  Layanan  ini  memberikan  kebebasan  bagi  pelanggan  untuk memilih jumlah voucher sesuai dengan masa aktif yang diinginkan pelanggan. Melalui layanan ini, pelanggan juga dapat mengatur biaya percakapan yang diinginkan setiap bulannya atau setiap periode tertentu melalui pembelian voucher. Pelanggan dapat memperoleh voucher isi ulang elektronik dan fisik   melalui pusat – pusat penjualan handphone, maupun kios dengan denominasi 5.000, 10.000, 25.000, 50.000, 100.000, 150.000 dan 250.000 dimana masa aktif voucher antara 15 sampai dengan 120 hari yang tergantung dengan nilai denominasi. Jumlah pelanggan Esia pra bayar per 31 Oktober 2007 adalah 3.064.171.

•      Wifone

Pada bulan September 2006, Perseroan melakukan soft launch Wifone (Wireless Intelligent Phone Service), layanan telepon rumah tetap nirkabel yang dilengkapi dengan fitur yang sama dengan telepon genggam. Pelanggan yang membeli Wifone dapat menikmati tarif yang kompetitif dengan tarif reguler PSTN, karena Perseroan menawarkan tarif khusus untuk SMS, voice dan internet. Sementara itu, grand launch dilakukan pada awal tahun 2007.

Produk layanan Wifone dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Wifone pra bayar dan pasca bayar. Jumlah pelanggan Wifone per 31 Oktober 2007 adalah 72.760 pelanggan yang terdiri dari 8.581 pelanggan pasca bayar dan 64.179 pelanggan pra bayar yang termasuk di dalamnya pelanggan Ratelindo Reguler.

•      EsiaTel

EsiaTel adalah merk dagang Perseroan untuk Wartel. Pelanggan EsiaTel terdiri dari Wartel dengan teknologi E-TDMA dan Wartel dengan teknologi CDMA. Jumlah pelanggan yang dimiliki oleh pelanggan Esiatel sampai akhir Oktober 2007 adalah 15.879 pelanggan pasca bayar yang termasuk di dalamnya pelanggan Ratelindo Wartel dan 3.054 pelanggan pra bayar.

•      Wimode

Pada bulan April 2007, Perseroan melakukan soft launch atas produk Wimode, layanan internet berkecepatan  tinggi,  hemat  terjangkau,  dapat  diakses  di  mana  saja  dan  kapan  saja.  Layanan Wimode terdiri atas layanan internet, layanan telepon untuk melakukan dan menerima panggilan dari atau ke telepon rumah, selular, panggilan jarak jauh, dan panggilan internasional, layanan pesan untuk mengirim pesan SMS ke sesama operator ataupun ke operator lainnya, layanan nilai tambah untuk men-download content ataupun memilih ring back tone.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2011 in SoftSkill

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: